Perkemahan Kemah Penerimaan Tamu Ambalan (KPTA) SMK Negeri 1 Batang: Membentuk Karakter dan Jiwa Korsa
BATANG โ Pramuka Gugus Depan 11.169 – 11.170 Ambalan Diponegoro – Kartini Pangkalan SMK Negeri 1 Batang sukses menggelar Kemah Penerimaan Tamu Ambalan (KPTA) pada 2-4 September 2025. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh peserta didik baru ini berlangsung di Bumi Perkemahan Lapangan Sukobangun, Dukuh Sukoyoso, Desa Keputon, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.
Kegiatan diawali dengan apel pemberangkatan yang dilaksanakan pada hari Selasa, 2 September 2025, pukul 07.30 WIB, di Lapangan SMK Negeri 1 Batang. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Bapak Triyono, S.Pd, M.Si., selaku Wakil Kepala Sekolah (WKS) Hubungan Masyarakat dan Industri, mewakili Kamabigus Ibu Muji Listyawati, M.Pd., yang berhalangan hadir karena dinas di Jakarta.

Setelah menempuh perjalanan dari Batang sampai Blado, peserta dan panitia tiba di lokasi perkemahan sekitar pukul 09.00 WIB. Tanpa membuang waktu, mereka langsung mendirikan tenda dan menata perlengkapan. Upacara pembukaan KPTA secara resmi dibuka pada pukul 14.00 WIB dengan pembina upacara Bapak Amirul Mukminin, S.Pd., selaku WKS Kesiswaan. setelah upacara pembukaan KPTA selesai dilanjutkan Pelantikan Pramuka Garuda kepada 25 Siswa / siswi SMK Negeri 1 Batang, sebagai tingkatan tertinggi Pramuka yang telah menyelesaikan berbagai SKU, TKK, dan ujian ujian lainnya. Dalam upacara Pembukaan dan Pelantikan Pramuka Garuda turut hadir dalam upacara unsur dari Kwarcab, Kwaran Batang, Perwakilan Bapak Ibu guru karyawan, dan perwakilan wali murid SMK Negeri 1 Batang.
Usai upacara dan pelantikan pramuka garuda, kegiatan dilanjutkan dengan sholat dan istirahat (ishoma) serta aktivitas outbound yang menguji kekompakan. Malam harinya, setelah salat magrib dan tadarus, suasana perkemahan semakin meriah dengan pentas seni dari setiap RW Sangga (gabungan setiap 4 sangga / kelompok).

Menguji Fisik dan Mental di Alam Bebas

Hari kedua, Rabu (3/9), dimulai dengan Jalan-Jalan Malam (JJM) dini hari yang menguji keberanian. Pagi harinya, peserta melaksanakan salat subuh berjemaah dilanjutkan dengan senam bersama. Puncak kegiatan hari itu adalah Hiking yang menantang.
Peserta diajak menelusuri keindahan alam Dukuh Sukoyoso, melewati perkebunan, persawahan, hingga melintasi Prasasti Kepokoh. Berbekal petunjuk berupa tali rafia merah, mereka harus menyelesaikan tantangan di setiap pos. Di Pos Dasa Dharma, peserta mendapatkan hadiah berupa kesempatan bermain air di sungai yang jernih, mengusir lelah setelah perjalanan panjang.

Hiking diakhiri dengan upacara penyematan badge Ambalan Diponegoro-Kartini sebagai tanda bahwa mereka kini resmi menjadi anggota ambalan. Sore harinya, para peserta saling berpasangan untuk menjahit badge, menambah kebersamaan dan kekompakan.
Malam Api Unggun dan Renungan Penuh Makna

Acara yang paling dinanti adalah upacara api unggun pada malam harinya. Seluruh peserta, warga sekitar, bahkan orang tua/wali yang datang, berkumpul di lapangan Sukobangun Dukuh Sukoyoso Desa Keputon, menyaksikan semaraknya api yang berkobar. Pembina Pramuka SMK Negeri 1 Batang, Bapak Nurudin Fajar, S.Sos., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, dan warga Dukuh Sukoyoso atas kerja sama yang luar biasa. acara tambah menarik dengan kemeriahan kembang api dan kobaran api unggun yang menerangi lapangan sukobangun, serta penampilan maskot Bhimasena dan Arimbi sebagai Maskot KPTA SKANSA 2025

Kamis (4/9) dini hari, kegiatan ditutup dengan renungan malam yang khidmat. Ditemani cahaya lilin, para peserta merenungi makna kebersamaan dan perjuangan selama perkemahan. Setelah salat subuh dan sarapan, mereka bergotong-royong membersihkan tenda, lapangan, dan lingkungan sekitar, termasuk SD N Keputon 01, Musholla Al Ikhlas, Masjid Baitul Huda, serta beberapa rumah warga yang digunakan sebagai MCK.
Rangkaian KPTA diakhiri dengan upacara penutupan dan pembongkaran tenda. Seluruh peserta kembali ke SMK Negeri 1 Batang, membawa pulang pengalaman berharga, semangat kebersamaan, dan jiwa korsa yang lebih kuat. KPTA ini bukan hanya sekadar kegiatan pramuka, melainkan juga wadah untuk membentuk karakter, melatih kemandirian, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap alam.